Welcome, visitor! [ Register | Login

Rp10,000,000

Penyedia system pengolahan limbah industri dan hotel terpadu

  • Nama: filter press
  • Status: Barang dijual
  • Kondisi Barang: Baru
  • Telephone-Mobile: 085723650460
  • Alamat: ciapus jl rambutan taman sari
  • Kota: bogor
  • Provinsi: Jawa Barat
  • Negara: Indonesia
  • Zip/Postal Code: 16610
  • Listed: Desember 24, 2012 7:00 pm
  • Expires: This ad has expired
Penyedia system pengolahan limbah industri dan hotel terpadu - Image 1Penyedia system pengolahan limbah industri dan hotel terpadu - Image 2Penyedia system pengolahan limbah industri dan hotel terpadu - Image 3Penyedia system pengolahan limbah industri dan hotel terpadu - Image 4

Description

penyedia system pengolahan limbah industry terpadu hub . bp djati

kusuma 085723659460.
Proses kerja Swage Treatment Plant
Dasar perhitungan Desain :
Kapasitas STP : 125 meter kubik/hari

Mutu Air Masuk :
– BOD : 300 ppm (part per million)
– Suspended solid : 300 ppm

Mutu Air Keluar :
– BOD (biology oxigen demand) : – Suspended solid (padatan) :
Limbah yang berasal dari kitchen ditampung di Greaset Trap, didalam Grease Trap limbah dipisahkan oleh massa jenis masing-masing unsur yang ada dalam limbah itu sendiri. Grease Trap memiliki 3 ruangan : bak pertama menampung minyak yang terpisah dari limbah karena massa jenisnya lebih kecil dari air dan kotoran padat, bak kedua menampung kotoran padat limbah tersebut, bak ketiga menampung air yang terpisah dari kotoran padat karena massa jenisnya lebih kecil dari kotoran padat dan kotoran padat yang massa jenisnya lebih kecil dari air dan bersifat mengapung. Didalam bak ketiga inilah air yang berlebihan dan yang tak mengandung lemak akan di keluarkan menuju saluran kota dan mengalirkan kotoran yang mengapung ke Grit Chamber.

Minyak dan Lemak Air dan Kotoran ringan
Inlet

Kitchen ke Grit Chamber
Air
kotoran
Beda halnya dengan inlet dari Toilet semua limbah di tampung tanpa kecuali, inlet dari toilet (air kotor maupun air bekas) dan dari Grease Trap ditampung di dalam Grit Chamber, di tank ini diadakanlah saringan rangkap tiga, dengan tujuan untuk mengefektifkan penyaringan. Kotoran yang ada di Grit Chamber diangkat secara manual setiap hari. Grit ChamberLimbah yang telah disaring merupakan limbah dengan kotoran yang lebih kecil (inlet Grease Chamber) dan kotoran yang telah larut (tinja) di lanjutkan ke Equalizing Tank.

Oleh karena debit air yang fluktuaktif. Banyak sekali saat jam sibuk atau puncknya (peak) dan sangat sedikit saat tidak jam sibuk. Maka diperlukan penyeimbang yang akan menampung sementara sebelum proses berikutnya. Bak inilah yang dinamakan bak Equalizing. Didalam bak ini terpasang mesin penghasil udara (blower) untuk mengaduk dan meratakan kualitas air baku (limbah). Selanjutnya limbah dipompa ke bak aerasi melalui flow kontrol box untuk mengatur debit aliran sesuai dengan perencanaan.
Didalam bak aerasi bakteri aerob mendapatkan oksigen untuk kelangsungan hidupnya. Proses penguraian zat organik oleh bakteri pengurai terjadi didalam bak aerasi. Oksigen yang diperlukan tersebut berasal dari blower yang didistrikan melalui diffuser (pipa yang berfungsi mengalirkan udara). Untuk menjaga jumlah bakteri agar sebanding dengan limbah yang datang. Bakteri ditambahkan secara terus- menerus melalui proses “pengembalian lumpur aktif” yang dimaksud dengan lumpur aktif adalah lumpur yang merupakan hasil proses pengendapan di bak sedimentasi yang banyak sekali mengandung bakteri pengurai yang telah aktif. Jumlah lumpur yang di kembalikan keawal bak Aerasi dapat di atur di “sludge distributor box”
Bak ini berfungsi sebagai bak pengendap yaitu memisahkan bagian yang padat atau (patikel tersuspensi) dengan air yang relatif bersih. Pada bak ini waktu tinggal air limbah dan ketenangan menjadi syarat utama. Lumpur yang mengendap diangkat oleh air lift menggunakan tekanan udara dari blower menuju installasi pembagi lumpur “Sludge distributor box” untuk didistribusikan kebak aerasi dan bak sludge storage sesuai kebutuhan sistem. Lumpur yang mengapung “ditangkap” oleh scum skimmer untuk ditampung di bak sludge storage. Lumpur yang diangkat dari bak sedimentasi dengan air lift sistem, tidak semuanya dikembalikan kebak aerasi sebagian akan ditampung dalam bak sludge. Hasil pengendapan di sludge storage tersebut di angkut secara manual menggunakan mobil tinja dari dinas kebersihan.
Air yang sudah mengalami pengendapan di distribusikan ke bak Chlorinasi. Bak ini berfungsi sebagai tempat untuk kontak antara air dan limbah yang telah di olah dengan zat desinfektan (kaporit) agar bakteri patogen yang ada dalam limbah mati. Sehingga air yang di buang ke saluran kota sudah bebas dari bakteri yang berbahaya. Selanjutnya air yang telah steril disalurkan ke bak penampungan air hasil olahan (effluent tank)
Air hasil olahan yang telah tercampur rata ditampung hingga level tertentu lalu dibuang menuju saluran kota menggunakan pompa effluent.
a. Pembersihan area STP dari sampah, termasuk sampah yang baru datang (inlet) secara harian.
Pengurangan kadar unsur-unsur pencemar diantaranya dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :
a. Pemisahan (segregation) air limbah
b. Equalisasi air limbah
c. Memanfaatkan kembali hasil-hasil sampingan
Dan ketiga cara pengurangan kadar unsur-unsur pencemar cara dengan jalan equalisasi sering dilakukan dalam praktek. Karakteristik air limbah dari suatu kegiatan seringkali tidak konstan misalnya unsur-unsur pH, warna, kekeruhan, alkalinitas, BOD, dan sebagainya. Hal ini akan menyulitkan dalam pengoperasian suatu instalasi pengolahan air limbah sehingga dalam pengolahan air limbah seringkali dibuat suatu sistem equalisasi sebelum

No Tags

  

Listing ID: 50950d841bd39b27

Report problem

Processing your request, Please wait....

Tips Untuk Pembeli

Hindari melakukan transfer uang ke rekening penjual sebelum melihat barang secara langsung.
  • Ketemuan di tempat aman
  • Teliti sebelum membeli
  • Bayar setelah barang diterima